Showing posts with label FAKTA. Show all posts
Showing posts with label FAKTA. Show all posts

Thursday, September 3, 2015

10 Mitos Keliru soal Cara "Nge-charge" Baterai Ponsel

Ilustrasi pengisian baterai ponsel
ApaAjaAdaDisini - Baterai mungkin adalah salah satu komponen yang paling sering ditanyakan dari sebuah ponsel. "Bagaimana cara mengisi yang benar?" atau "Haruskah saya mengisi baterainya sepanjang malam?" adalah dua contoh pertanyaan yang sering diajukan.

Sayangnya, informasi soal baterai cenderung simpang siur dan tak jarang saling bertentangan sehingga menimbulkan mitos keliru. Pengguna pun bisa dibuat bingung.

Apa saja mitos keliru yang sering diutarakan soal baterai ponsel? Berikut ini daftar sepuluh di antaranya, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari Tech Republic, Jumat (3/7/2015).

1. Baterai punya "ingatan"

Anda mungkin pernah mendengar saran agar secara rutin mengosongkan seluruh kapasitas baterai kemudian mengisinya penuh-penuh agar "ingat" dengan kapasitas aslinya. Ada pula anjuran untuk tak mengisi baterai sebelum kosong. 

Mitos ini sebenarnya salah karena siklus pengisian seperti itu tak mempengaruhi kinerja baterai. Sering-sering mengisi baterai sebelum benar-benar habis pun tak akan merusaknya. Efek ingatan alias "memory effect" memang pernah berlaku untuk baterai Ni-cad lama, tapi baterai Lithium Ion modern tak terdampak.

2. Baterai harus diisi dengan charger bawaan

Beberapa charger berkualitas buruk bisa berbahaya buat ponsel. Namun bukan berarti Anda harus selalu memakai charger bawaan ponsel untuk mengisi baterainya. 

Charger USB manapun bisa dipakai untuk mengisi baterai ponsel, tapi kinerjanya akan berbeda-beda. Charger yang mampu menyalurkan arus 2 ampere, misalnya, bakal mengisi baterai lebih cepat dibandingkan charger 1 ampere.

Ada juga beberapa kemampuan khusus seperti fast charging yang hanya bisa digunakan apabila ponsel diisi dengan charger bawaan.

3. Baterai ponsel akan rusak apabila diisi semalaman

Menancapkan ponsel ke charger sebelum tidur adalah kebiasaan yang lazim dilakukan banyak orang, mungkin juga termasuk kamu. Nah, apakah hal ini bisa mengakibatkan "overload" atau merusak baterai?

Jawabannya adalah tidak. Ponsel masa kini sudah cukup "pintar" untuk memutus arus listik secara otomatis ketika baterai sudah terisi penuh, walaupun ia masih tersambung ke charger. 

4. Jangan pakai ponsel saat di-charge

Menggunakan ponsel saat sedang tersambung ke charger tidak akan berpengaruh buruk pada baterai. Entah digunakan atau tidak, baterai ponsel akan terisi seperti yang seharusnya.

Lagipula, ponsel kerapkali mengaktifkan dirinya sendiri ketika sedang di-charge, misalnya untuk mengunduh update software lewat Wi-Fi ataui sinkronisasi data. Jadi, jangan takut untuk memakai ponsel saat sedang diisi baterainya.

5. Mematikan ponsel bisa merusak baterai

Baterai di ponsel tidak akan rusak apabila perangkat dimatikan. Memang, kapasitas baterai sedikit demi sedikit akan berkurang ketika perangkat dimatikan dan disimpan dalam waktu lama, tapi hal ini normal terjadi dan tak perlu dicemaskan.

Anda pun bisa mematikan dan melepas baterai (apabila memungkinkan) tanpa perlu khawatir. Tak ada salahnya pula mematikan ponsel beberapa saat untuk "mengistirahatkan" perangkat. Proses reboot yang dilakukan setelahnya bahkan bisa menyelesaikan beberapa masalah terkait fungsi baterai.

6. Baterai ponsel harus diisi penuh sebelum digunakan

Banyak orang mengisi baterai ponsel hingga mencapai 100 persen sebelum mulai menggunakannya. Ini keliru karena tak ada keuntungan apapun yang bisa diperoleh dari hal tersebut.

Bahkan, baterai ponsel sebenarnya bekerja optimal ketika kapasitasnya berada di angka 40 persen hingga 80 persen.  Baterai kebanyakan ponsel juga diisi setengah penuh dari pabrik sehingga kamu bisa langsung menggunakannya begitu dikeluarkan dari kemasan.

7. Menaruh baterai di freezer/menjemur bisa memperpanjang umurnya

Mitos yang satu ini berasal dari masa lalu dan sama sekali tidak benar, apalagi bagi baterai Lithium-Ion modern yang justru bisa mengalami kerusakan akibat panas atau dingin berlebih.

8. Berselancar di internet adalah kegiatan paling menguras baterai

Kegiatan yang paling menyita kinerja adalah bermain game 3D yang rakus sumberdaya. Karena itu, bermain game juga merupakan kegiatan yang paling menguras baterai.

Berselancar di internet pun bisa cukup berdampak pada kapasitas baterai, tergantung jenis konten yang diakses. Online gaming dan video YouTube, misalnya, akan lebih cepat mengurangi daya tahan baterai ketimbang browsing konten berbasis teks.

9. Mematikan Wi-Fi, Bluetooth, dan GPS akan memperpanjang umur baterai

Ketiga fungsi ini hanya akan memakai listrik ketika dijalankan, misalnya GPS yang akan aktif ketika pengguna menjalankan aplikasi pemetaan. Menyalakan Bluetooh, GPS, dan Wi-Fi pun tak akan terlalu berpengaruh pada kapasitas baterai secara keseluruhan.

Masih ingin menghemat baterai? Anda bisa mengurangi tingkat kecerahan layar karena komponen ini adalah yang paling menguras daya baterai pada ponsel.

10. Task manager membantu baterai bertahan lebih lama

Aplikasi task manager pihak ketiga sebenarnya tak membantu memperpanjang masa hidup baterai lebih lama dibanding task manager bawaan, meskipun menawarkan kemampuan untuk memasukkan proses tertentu ke dalam whitelist/ blacklist.

Task manager bisa berguna untuk mengendalikan aplikasi yang berjalan, tapi jangan berasumsi bahwa ia akan turut memperpanjang umur baterai.



6 Fakta Mengejutkan Partikel Tuhan, Kunci Awal Dan Akhir Semesta

Iluistrasi partikel Tuhan. © theguardian.com
ApaAjaAdaDisini - 'Partikel Tuhan', hanya dengan mendengar namanya saja, banyak orang pasti akan tergugah rasa penasarannya. Terlebih, semakin banyak penelitian yang dilakukan untuk mengungkap misteri partikel yang disebut paling penting di jagad raya tersebut.
Dari penelitian-penelitian itulah, sejak ditemukan sekitar 3 tahun lalu, begitu banyak fakta-fakta baru yang bermunculan terkait partikel Tuhan. Dan 6 fakta berikut yang paling banyak diperbincangkan dan menuai kontroversi.
Peter Higgs.

1. Asal-usul nama 'Partikel Tuhan'

Banyak orang menyebut partikel Higgs Boson itu sebagai partikel tuhan setelah nama tersebut muncul di buku karya peraih penghargaan Nobel, Leon Lederman, 'God Particle'.
Akan tetapi, nama itu sejatinya adalah plesetan dari 'Goddamn Particle' atau 'partikel sialan'. Leon yang tidak diperbolehkan menggunakan kata 'Goddamn' oleh pihak penerbit pun akhirnya menggantinya dengan 'God' Particle saja.
Bahkan, Peter Higgs yang menjadi penemu partikel ini tidak menyebutnya sebagai partikel Tuhan, melainkan partikel Higgs-Boson.
Laboratorium riset nuklir CERN.

2. Alat 'pencipta' partikel Tuhan berharga ratusan triliun rupiah

Untuk menemukan partikel Tuhan, ilmuwan dari CERN (Organisasi Eropa untuk Riset Nuklir) sampai menghabiskan dana Rp 138 triliun untuk membangun LHD (Large Hadron Collider) atau mesin penumbuk atom raksasa, berikut mengoperasikannya.
Mesin yang berada di Jenewa, Swiss, itu berbentuk seperti cincin magnet dengan keliling 27 kilometer dan terpendam sekitar 100 meter di bawah tanah. Bahkan, jika semua kabel di LHD disambung, panjangnya mencapai 275 ribu kilometer. Cukup untuk mengelilingi Bumi sebanyak 7 kali.
Laboratorium riset nuklir CERN.

3. Begini cara ciptakan partikel Tuhan

Untuk membuat partikel Higgs-Boson, ilmuwan akan menembakkan dua partikel dengan kecepatan hampir mendekati kecepatan cahaya di dalam LHD.
Nah tubrukan dua partikel itu bisa menciptakan partikel Tuhan, meskipun prosentasenya sangat kecil. Peluangnya hanya 1 banding 10 miliar.
Mengingat partikel Tuhan bisa luruh dengan sangat cepat, partikel ini hampir mustahil untuk tertangkap atau dideteksi langsung. Alhasil, ilmuwan lebih memilih untuk meneliti sisa peluruhan partikel Tuhan untuk menentukan jika partikel tersebut sempat tercipta.
Ilustrasi ledakan Big Bang.

4. Partikel Tuhan bisa bantu manusia teliti awal mulai jagad raya

Saat melihat proses terciptanya partikel Tuhan, banyak ilmuwan merasa takjub dan melihat kesamaannya dengan teori awal mula terbentuknya alam semesta "Big-Bang".
"Kita mempunyai mesin (LHD) yang bisa melontarkan dua partikel ke arah berlawanan. Dan jika dua partikel itu akhirnya bertubrukan akan terbentuk energi dahsyat yang tidak terlihat sejak kemunculan Big-Bang," ujar Dr. Michio Kaku, ahli fisika dari Universitas New York.
Senada dengan hal itu, Dr. Rolf Landua dari CERN mengatakan bila penemuan partikel Tuhan bisa menjawab pertanyaan besar manusia, "mengapa kita bisa ada di dunia ini?"
Ilustrasi galaksi Bimasakti.

5. Tanpa partikel Tuhan, alam semesta akan mati

Tidak salah jika penemuan partikel Tuhan disebut sebagai salah satu hasil penelitian paling hebat yang pernah dicapai oleh umat manusia. Sebab, setelah ditelusuri, partikel ini menjadi kunci keberadaan alam semesta.
Tanpa partikel Higgs-Boson, alam semesta diprediksi akan dingin, gelap, dan tanpa kehidupan, karena tidak memiliki massa. Atas fungsi dasar yang sangat penting itu, banyak ilmuwan yang setuju bila partikel Higgs-Boson disebut partikel Tuhan.
Stephen Hawking.

6. Stephen Hawking sebut partikel Tuhan sebabkan kiamat

Stephen Hawking tengah mengkhawatirkan keberadaan partikel Higgs-Boson atau yang biasa dikenal dengan partikel 'Tuhan'. Hawking berpendapat bila partikel tersebut sewaktu-waktu bisa menjadi tidak stabil dan berpotensi menyebabkan kerusakan dahsyat yang dapat berujung pada kiamat bumi.
Dalam buku kumpulan kuliah dari para peneliti top dunia yang berjudul 'Starmus', Hawking menyatakan energi yang dihasilkan oleh partikel tuhan dapat melebihi 100 miliar gigaelektronvolt (GeV). Saat itu terjadi, partikel tuhan menjadi tidak stabil dan melahirkan sebuah bencana terdahsyat bagi alam semesta yang disebut 'vacuum decay'.
Itulah 6 fakta dari partikel Tuhan yang belakangan ini menghebohkan masyarakat. Semua hal itu, mulai dari Big-Bang sampai kiamat, membuat partikel itu kerap disebut kunci untuk mengungkap awal dan akhir dari dunia yang kita tinggali ini.



Monday, August 31, 2015

Di Madura ada kiai beristri 10 tinggal satu atap

KH Masyurat Usman. ©2015
ApaAjaAdaDisini - Ada seorang kiai di Madura, Jawa Timur beristri 10. Namanya Kiai Haji Masyurat Usman. 

Bisa dibilang, dia 'Lanange Jagat'. Tak hanya sukses di bidang bisnis, tapi dia juga sukses menyunting 10 wanita dan tinggal satu atap di Dusun Tarebung, Desa Lenteng Barat, Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep. 

Pria berusia 68 tahun ini, kali pertama menikah, saat usianya 15 tahun. Saat itu, dia masih memiliki dua orang istri. Namun, istri keduanya meninggal dunia dan yang pertama diceraikan. 

Setelah menduda, Masyurat menikahi Ani Aisyah yang waktu itu masih berusia 13 tahun. Kemudian, Masyurat kembali menikahi gadis-gadis masih di bawah umur. Bahkan, saat menikah lagi, Ani juga yang melamar si gadis untuk suaminya itu. Dan dari hasil pernikahannya itu, Masyurat dikaruniai 28 anak, yang sebagian sudah menikah. 

Sayang, saat merdeka.com berkunjung, Masyurat tengah sakit dan tidak bisa ditemui. Hanya Muhamad, anak kesembilan dari istri ketiga yang bisa ditemui. "Abah lagi sakit, jadi tidak bisa ditemui. Nggak tahu sakitnya apa, badannya panas. Umi juga gak bisa," kata pemuda berusia 20 tahun itu Sabtu (29/8) lalu. 

Muhamad menyarankan kembali lain waktu, saat abahnya sudah sembuh dari sakit. "Mungkin lain kali saja kalau abah sudah sembuh. Nanti telepon aja dulu ke abah," lanjutnya sambil menyodorkan nomor ponsel orang tuanya usai meminta izin orang tuanya di dalam rumah. 

Mahasiswa Semester VI Jurusan Olahraga di Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Sumenep ini juga membenarkan, kalau abahnya memiliki 10 istri dan tinggal satu atap. "Iya, semua istri-istri abah tinggal di sini. Jadi satu," ucap Muhamad. 

Meski mengakui punya ibu 10 orang, Muhamad tidak mengetahui secara pasti bagaimana abahnya bisa menikah dengan perempuan sebanyak itu. "Saya enggak tahu. Abah saja (yang cerita)," ujarnya.

Muhamad juga enggan membeberkan nama-nama istri abahnya. "Abah saja yang cerita," katanya.



Saturday, August 29, 2015

Bisakah Anda Mengeja Nama Bocah Ini?

Evan dengan nama lengkapnya.
ApaAjaAdaDisini - Empat orang yang disodori sebuah nama yang terpampang dalam selembar foto merasa kesulitan melafalkan nama itu. Mereka geleng-geleng kepala tanda menyerah, bahkan balik bertanya rumpun bahasa apa yang dipakai pada nama itu. 

"Kok, bahasanya tidak pernah saya dengar, ya, atau mungkin ini bahasa Rusia," kata Sandi, satu dari empat mahasiswa semester V jurusan Bahasa Inggris, Universitas Islam Kediri, Kediri, Jawa Timur, saat disodorkan nama itu, Jumat (28/8/2015), malam. 

Nama yang dimaksud jika dieja itu adalah U-O-A-I-E-V-A-N-T-Z S-F-Y-D-Z D-A-V-I-D J-U-N-I-O-R atau Uoaievantz Sfydz David Junior. 

Pemilik nama tersebut adalah seorang bocah usia 7 tahun dan masih duduk di bangku kelas 1 Madrasah Ibtidaiyah (selevel sekolah dasar) di Kediri. Kesulitan membaca tidak hanya menimpa para mahasiswa itu saja. 

Zaenal David Nasron, ayah dari bocah itu, menuturkan, diia telah terbiasa mendapat keluhan pelafalan sejak nama nyeleneh anak pertama hasil pernikahannya dengan Heriyani dia sematkan. Orang-orang di lingkungan saat anaknya berinteraksi, misalnya, sekolah hingga keluarga, selalu merasa kesulitan melafalkan nama panjang anaknya. 

Nama itu juga sempat menjadi bahan pembahasan tersendiri oleh petugas pengadilan saat dia mengurus akta kelahiran. 

"Banyak yang nanya nama anak saya itu dari bahasa apa, padahal bukan dari bahasa mana pun. Di awal-awal dulu, saya sempat dianggap gila," ujar David.

Lalu, apa yang melatarbelakanginya memberi nama yang tidak lazim itu? 

Pria yang berprofesi sebagai penulis buku ini menjabarkan tiga alasan dasar yang menjadi pertimbangan penggunaan nama unik anaknya. Pertama, kata dia, nama adalah identitas yang melekat pada diri seseorang sehingga harus benar-benar menjadi pembeda dengan orang lain. 

Kedua, menurut dia, nama adalah doa. Ia berharap nama itu akan menggerakkan anaknya untuk dapat memberikan kontribusi yang tidak biasa bagi kehidupan, sesuai namanya yang juga tidak biasa.

Terakhir, selayaknya nama dapat menjadi pendorong agar penyandang nama dapat berperilaku sebagaimana kandungan namanya. Nama bagus akan sia-sia jika tidak ada perbuatan nyata meraih doa itu. 

"Doa jangan pasif. Harus ada usaha dari pemilik nama sendiri untuk menggapainya," tuturnya.

Uoaievantz Sfydz David Junior adalah seorang bocah periang. Hobinya adalah olahraga bulu tangkis dan menggambar. Prestasi sekolahnya bagus. Banyak nilai baik dalam buku ujiannya. 

Namun, bisakah dia mengeja namanya? 

"Nama saya Evan...," dia menyebut nama pendeknya saja karena tidak hafal nama panjangnya.



Thursday, August 27, 2015

Ada yang Ingin Disampaikan Saiton Bila Bertemu Tuhan

Foto KTP
ApaAjaAdaDisini - Saiton diundang wawancara televisi ke Jakarta. Pria asal Palembang, Sumsel yang berprofesi sebagai guru ini mengaku akan memenuhi undangan itu. Di Jakarta nanti, bila dipertemukan dengan Tuhan dia siap. Ada yang ingin dia sampaikan ke pria asal Banyuwangi itu.

"Saya ingin sharing saja," terang Saiton, Kamis (27/8/2015).

Pemilik nama Tuhan tenar lebih dahulu. Dia banyak diwawancara, dan kini giliran Saiton. Dia juga banyak melayani wawancara.

"Dari kemarin, besok saja ke Jakarta diundang televisi," urai dia.

Memiliki nama unik menurut pria berusia 39 tahun ini memang banyak 'risikonya'. Tapi semua kerabat dan tetangganya sudah tahu. Dahulu orangtua memberi nama dia setelah 10 saudaranya meninggal. Entah kenapa ayahnya kemudian memberi nama Saiton.

"Sudah dua kali saya ganti nama malah sakit," tutup dia.



'Saya Saiton Tapi Tak Pernah Mengganggu'

Foto KTP
ApaAjaAdaDisini - Memiliki nama unik pasti ada pengalaman yang berbeda yang didapatkan. Salah satuya yang dialami Saiton (39). Pria asal Palembang, Sumsel, ini bahkan kerap diminta ganti nama.

"Saya Saiton tapi tak pernah mengganggu, malah saya membantu. Saya kan guru," kata Saiton diiringi tawa berderai di ujung telepon, Kamis (27/8/2015).

Saiton mengaku nama itu pemberian orangtuanya, setelah 10 saudaranya meninggal. Entah mengapa ayahnya kemudian memberi nama dia Saiton.

"Ini pemberian orangtua, jadi pernah mau diganti dua kali saya malah sakit," terang dia.

Karena itu, Saiton tetap memakai nama ini, walau nama panggilannya kadang Anton atau Suton. Lalu bagaimana bila MUI meminta dia mengganti nama?

"Saya akan jelaskan seperti yang pernah saya alami," tutup dia.



Friday, August 21, 2015

"Mereka Tidak Percaya Nama Saya Tuhan"

Warga Dusun Krajan Desa Kluncing Kecamatan Licin memiliki nama unik yaitu Tuhan. Sehari-hari Tuhan berprofesi sebagai tukang kayu.
ApaAjaAdaDisini Tukang kayu asal Dusun Krajan, Desa Kluncing, Kecamatan Licin, Banyuwangi, ini mendadak tersohor dan banyak diperbincangkan karena bernama Tuhan.

Ayah dua anak itu mengaku tidak mengetahui alasan bapak dan ibunya memberikan nama Tuhan kepada dirinya. 

"Bapak dan ibu saya sudah meninggal. Nama kakak-kakak saya juga seperti orang kebanyakan," ujar Tuhan ketika ditemui, Jumat (21/8/2015). 

Dia juga mengaku bahwa selama ini dirinya tidak merasa aneh dengan nama yang disandangnya. 

"Hanya, beberapa minggu terakhir ini, banyak yang tanya nama saya yang sebenarnya. Mereka tidak percaya nama saya Tuhan. Ya sudah, saya kasih (lihat) KTP saya saja," ungkapnya. 

Lelaki kelahiran 30 Juni 1973 itu menjelaskan, sebagian besar tetangganya menyebutnya "Toha". 

Tuhan merupakan anak bungsu dari 7 bersaudara dari pasangan Jumhar dan Dawiyah. Saudara-saudaranya bernama Juni, Aisyah, Halifah, Ainan, Nasiah, dan Isroli. 

"Saya asli Desa Kluncing sini," ungkapnya. 

Kedua anak perempuannya bernama Novita Sari dan Dwi Lestari. 

"Yang satu sudah menikah, dan satunya masih SD kelas VI," ungkap Tuhan. 

Sementara itu, Husnul Hotimah, istri Tuhan, mengaku tidak masalah dengan nama unik yang disandang oleh suaminya. 

"Sama sekali tidak jadi beban. Sama orang-orang malah sering buat guyona. (Mereka bilang) bahwa saya menikah sama Tuhan dan rumah Tuhan ada di Desa Kluncing, Banyuwangi," katanya sambil tersenyum.



Awas, Media Sosial Pengaruhi Keharmonisan Hubungan Asmara

Ilustrasi
ApaAjaAdaDisini Media sosial kini begitu besar peranannya dalam kehidupan sehari-hari. Dalam menjalani hubungan asmara, senang rasanya membagikan pengalaman berkesan atau foto yang menarik ketika sedang menghabiskan waktu berdua dengan pasangan. Namun, kegiatan semacam ini di media sosial pun dapat mengganggu hubungan asmara Anda.

Sara Altschule, pakar asmara di It's Just Lunch Seattle dan peraih gelar magister di bidang Psikologi Konseling menyebutkan, ada beberapa cara media sosial dapat membantu atau malah menghancurkan hubungan asmara. Apa saja cara yang dimaksud? Berikut uraiannya. 

1. Aktivitas yang tidak sesuai
Kebiasaan ini dapat mengganggu hubungan Anda, misalnya ketika pasangan memberikan "like" pada foto yang membuat Anda tak nyaman, komentar tidak sepatutnya, dan perilaku lain di media sosial yang membuat Anda merasa tidak nyaman. Oleh sebab itu, ada baiknya Anda mengatakan hal ini pada pasangan. "Jelaskan secara spesifik tentang hal yang Anda lihat dan paparkan alasan mengapa Anda tidak senang dengan aktivitas itu," jelas Altschule. 

2. Pasangan "mengunci" akun 
Sah-sah saja bila seseorang tidak membuka akun media sosialnya untuk banyak orang. Namun, apabila pasangan terlalu privat tentang akun media sosialnya, hal ini bisa mencurigakan. "Bisa jadi ia menyimpan sesuatu. Ini bisa menjadi peringatan ketika pasangan tidak mau terbuka soal media sosialnya. Komunikasikan hal ini dengan baik," imbuh Altschule. 

3. Terlalu sering umbar kemesraan 
Mengumbar kemesraan di media sosial wajar saja, namun akan berlebihan bila dilakukan terlalu sering. Menurut Altschule, tak ada salahnya sedikit menyimpan hal-hal pribadi dari media sosial meski nyatanya banyak pasangan yang tidak bisa berhenti mengunggah kemesraan mereka. "Bila kemesraan terlalu sering diumbar, angkatlah topik ini dalam pembicaraan," sarannya. 

4. Cari perhatian di media sosial 
Ada seseorang yang sering mengunggah foto diri alias selfie. Bisa jadi, pasangan atau Anda sendiri sering melakukannya demi memperoleh perhatian orang lain. Namun, perlu disadari kebiasaan ini bisa membuat orang lain merasa kesal. "Jika Anda merasa pasangan mengunggah foto diri untuk memperoleh perhatian, ini merupakan hal yang terbilang aneh sebenarnya. Harusnya kalau Anda menjalin hubungan, tidak usah sibuk-sibuk mencari perhatian dari orang lain," tutur Artschule.

5. Selalu aktif di media sosial 
Media sosial bisa menjadi masalah kalau sudah merampas kehidupan seseorang. Jika Anda sedang berkencan dan pasangan malah sibuk dengan media sosialnya, ini pasti menjengkelkan. "Beberapa orang bisa begitu terobsesi dengan media sosial dan menjadi kehilangan perhatian dengan apa yang ada di depan matanya," ujar Artschule.



Friday, July 24, 2015

Muncul Lubang Magma Baru di Kaldera Gunung Raung

Aktivitas vulkanik Gunung Raung hari ini
ApaAjaAdaDisini - Aktivitas vulkanik Gunung Raung beberapa waktu terakhir menyebabkan terjadinya perubahan di kaldera gunung tersebut. Terbentuk lubang magma baru yang terlihat mengeluarkan percikan api.
 
Ihwal munculnya lubang magma baru itu disampaikan Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Edi Prasodjo. Pada Jumat (24/7/2015) dia mengamati kondisi gunung itu dari Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Raung yang berada di Dusun Mangaran, Desa Sumberarum, Kecamatan Songgon, Banyuwangi, Jawa Timur.

Disebutkan Edi, lubang magma baru ini justru akan mengurangi energi yang ada di dalam gunung. Selain mengurangi energi dalam gunung, lava letusan tidak akan terkumpul seperti yang terjadi di Gunung Kelud beberapa waktu lalu.

"Kita temukan ada lubang magma baru yang mengeluarkan percikan api. Letusan Gunung Raung berbeda dengan Gunung Kelud," katanya sembari membantah dugaan adanya rekahan atau runtuhan baru pada dinding kaldera gunung yang memiliki ketinggian 3.332 meter dari permukaan laut (mdpl) tersebut.

Disebutkan Edi, pemantauan selama empat tahun terakhir, membuat pihaknya semakin memahami karakter Gunung Raung. Erupsi minor yang terjadi terus-menerus kemungkinan akan berlangsung lama. Efek yang ditimbulkan hanya kepulan asap bercampur abu material vulkanik.

"Jika di darat masih aman, hanya saja di udara yang belum aman karena mengganggu aktivitas penerbangan," kata Edi yang berbicara didampingi Kepala Bidang Pengamatan Gunung Api PVMBG, Gede Swantika, dan staf pengawas gunung api Nugraha.

Gunung Raung yang berada Kabupaten Bondowoso, Kabupaten Banyuwangi, dan Kabupaten Jember,  dinaikkan statusnya Siaga (Level III) sejak 29 Juni 2015, pukul 09.00 WIB.

Gunung ini aktivitasnya cenderung naik dan turun. Selama tahun 2014 tingkat aktivitas Raung sempat dinaikkan dari Level I (Normal) ke Level II (Waspada) pada 5 Januari 2014. Kemudian diturunkan dari Level II (Waspada) ke Level I (Normal) pada 17 Juni 2014. Berikutnya tingkat aktivitas dinaikkan lagi dari Level I (Normal) ke Level II (Waspada) pada 13 November 2014, dan saat ini kembali berstatus Siaga. 

Wednesday, July 22, 2015

Berapa Situs yang Anda Kunjungi Setiap Hari?

Ilustrasi
ApaAjaAdaDisini - Internet yang kian merakyat membuat pengguna semakin tergantung dengan dunia maya. Coba dihitung dalam sehari, berapa situs yang Anda kunjungi?

Menurut data yang dikumpulkan Baidu Browser selama Q2 2015, rata-rata pengguna mengunjungi 31 situs web per harinya. Adapun rata-rata waktu yang mereka habiskan untuk menjelajah mobile internet setiap harinya adalah sebanyak 26 menit.

Baidu juga mengungkap total jumlah pencarian yang dilakukan oleh pengguna di browser besutannya yang mencapai lebih dari 33 juta pencarian. Sementara, dalam periode yang sama, total jumlah halaman web yang dikunjungi oleh pengguna (total page views) mencapai lebih dari 1,5 miliar.

Sama seperti pada Q1 2015, daftar pencarian populer berdasarkan kategori di Baidu Browser selama Q2 2015 masih didominasi oleh kategori hiburan dan teknologi. Berikut daftar pencarian populer berdasarkan kategori yang dilakukan oleh pengguna Baidu Browser di Indonesia selama Q2 2015:

1. Hiburan (sebanyak 46,4%)
Kata kunci yang masuk dalam kategori ini antara lain berhubungan dengan konten dewasa, musik dan film, serta komik, gambar, dan cerita.
2. Teknologi (31,4%)
Kata kunci yang masuk dalam kategori ini berhubungan dengan layanan e-commerce, portal berita, serta layanan email, search engine, dan media sosial.
3. Berita dan Gosip (17,3%)
Kata kunci yang paling banyak digunakan dalam kategori ini antara lain berhubungan dengan layanan Gojek, pernikahan Gibran Rakabuming dan Selvi Ananda, serta pembunuhan Engeline.

Menilik hasil temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa kebanyakan pengguna memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, serta ingin membaca dan mencari informasi tentang hal-hal yang menghibur, serta topik-topik yang ringan dan santai. 

Berikut adalah kategori-kategori berita di Baidu Browser yang paling banyak dibaca oleh para pengguna di Indonesia: 
1. Nasional (26,6%)
2. Hiburan (22,0%)
3. Gaya Hidup (21,3%)
4. Internasional (13,3%)
5. Politik (8,6%)

Temuan di atas cukup menarik, sebab pada Q2 2015, kategori berita hiburan menempati posisi kedua teratas, sementara kategori politik hanya menempati posisi kelima. Padahal, jika menilik ke belakang, pada Q1 2015 kategori hiburan menempati posisi keempat dengan porsi sebesar 14% dan kategori berita politik menempati posisi kedua dengan porsi sebesar 22%. 

Berdasarkan temuan ini, dapat disimpulkan bahwa berita tentang berbagai hal yang terjadi di dalam negeri masih menjadi daya tarik nomor satu bagi para pembaca di Indonesia. Selain itu, mereka juga menyukai bacaan yang santai dan menghibur. 

Ada pula kecenderungan mereka mulai jenuh dengan berita-berita politik yang terjadi selama Q2 2015, meskipun berita politik masih menjadi berita yang paling banyak mereka baca.

Wednesday, July 15, 2015

Kisah Nyata : SAAT-SAAT TERAKHIR BUNG KARNO SETELAH TERUSIR DARI ISTANA NEGARA

Ir. Soekarno Presiden RI Pertama
ApaAjaAdaDisini - "Jadikan deritaku ini sebagai kesaksian, bahwa kekuasaan seorang presiden sekalipun ada batasnya. Karena kekuasaan yang langgeng hanyalah kekuasaan rakyat. Dan diatas segalanya adalah kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa.” (Soekarno, 1967)

Tak lama setelah mosi tidak percaya parlemen bentukan Nasution di tahun 1967 dan MPRS menunjuk Suharto sebagai Presiden RI, Bung Karno menerima surat untuk segera meninggalkan Istana dalam waktu 2 X 24 Jam.

Bung Karno tidak diberi waktu untuk menginventarisir barang-barang pribadinya. Wajah-wajah tentara yang mengusir Bung Karno tidak bersahabat lagi. "Bapak harus cepat meninggalkan Istana ini dalam waktu dua hari dari sekarang!".

Bung Karno pergi ke ruang makan dan melihat Guruh sedang membaca sesuatu di ruang itu. "Mana kakak-kakakmu" kata Bung Karno. Guruh menoleh ke arah Bapaknya dan berkata "Mereka pergi ke rumah Ibu".

Rumah Ibu yang dimaksud adalah rumah Fatmawati di Jalan Sriwijaya, Kebayoran Baru. Bung Karno berkata lagi "Mas Guruh, Bapak tidak boleh lagi tinggal di Istana ini lagi, kamu persiapkan barang-barangmu, jangan kamu ambil lukisan atau hal lain, itu punya negara". Kata Bung Karno,

Bung Karno lalu melangkah ke arah ruang tamu Istana, disana ia mengumpulkan semua ajudan-ajudannya yang setia. Beberapa ajudannya sudah tidak kelihatan karena para ajudan bung karno sudah ditangkapi karena diduga terlibat Gestapu. "Aku sudah tidak boleh tinggal di Istana ini lagi, kalian jangan mengambil apapun, Lukisan-lukisan itu, Souvenir dan macam-macam barang. Itu milik negara.

Semua ajudan menangis saat tau Bung Karno mau pergi "Kenapa bapak tidak melawan, kenapa dari dulu bapak tidak melawan..." Salah satu ajudan separuh berteriak memprotes tindakan diam Bung Karno.

"Kalian tau apa, kalau saya melawan nanti perang saudara, perang saudara itu sulit jikalau perang dengan Belanda jelas hidungnya beda dengan hidung kita. Perang dengan bangsa sendiri tidak, wajahnya sama dengan wajahmu...keluarganya sama dengan keluargamu, lebih baik saya yang robek dan hancur daripada bangsa saya harus perang saudara". tegas bung karno kepada ajudannya.

Tiba-tiba beberapa orang dari dapur berlarian saat mendengar Bung Karno mau meninggalkan Istana. "Pak kami memang tidak ada anggaran untuk masak, tapi kami tidak enak bila bapak pergi, belum makan. Biarlah kami patungan dari uang kami untuk masak agak enak dari biasanya".

Bung Karno tertawa "Ah, sudahlah sayur lodeh basi tiga itu malah enak, kalian masak sayur lodeh saja. Aku ini perlunya apa..."

Di hari kedua saat Bung Karno sedang membenahi baju-bajunya datang perwira suruhan Orde Baru. "Pak, Bapak harus segera meninggalkan tempat ini". Beberapa tentara sudah memasuki ruangan tamu dan menyebar sampai ke ruang makan.

Mereka juga berdiri di depan Bung Karno dengan senapan terhunus. Bung Karno segera mencari koran bekas di pojok kamar, dalam pikiran Bung Karno yang ia takutkan adalah bendera pusaka akan diambil oleh tentara.

Lalu dengan cepat Bung Karno membungkus bendera pusaka dengan koran bekas, ia masukkan ke dalam kaos oblong, Bung Karno berdiri sebentar menatap tentara-tentara itu, namun beberapa perwira mendorong tubuh Bung Karno untuk keluar kamar.

Sesaat ia melihat wajah Ajudannya Maulwi Saelan ( pengawal terakhir bung karno ) dan Bung Karno menoleh ke arah Saelan.

"Aku pergi dulu" kata Bung Karno dengan terburu-buru. "Bapak tidak berpakaian rapih dulu, Pak" Saelan separuh berteriak.

Bung Karno hanya mengibaskan tangannya. Bung Karno langsung naik VW Kodok, satu-satunya mobil pribadi yang ia punya dan meminta sopir diantarkan ke Jalan Sriwijaya, rumah Ibu Fatmawati.

Di rumah Fatmawati, Bung Karno hanya duduk seharian saja di pojokan halaman, matanya kosong. Ia meminta bendera pusaka dirawat hati-hati. Bung Karno kerjanya hanya mengguntingi daun-daun di halaman.

Kadang-kadang ia memegang dadanya yang sakit, ia sakit ginjal parah namun obat yang biasanya diberikan sudah tidak boleh diberikan. Sisa obat di Istana dibuangi.

Suatu saat Bung Karno mengajak ajudannya yang bernama Nitri gadis Bali untuk jalan-jalan. Saat melihat duku, Bung Karno kepengen duku tapi dia tidak punya uang. "Aku pengen duku, ...Tru, Sing Ngelah Pis, aku tidak punya uang" Nitri yang uangnya pas-pasan juga melihat ke dompetnya, ia merasa cukuplah buat beli duku sekilo.

Lalu Nitri mendatangi tukang duku dan berkata "Pak Bawa dukunya ke orang yang ada di dalam mobil". Tukang duku itu berjalan dan mendekat ke arah Bung Karno. "Mau pilih mana, Pak manis-manis nih " sahut tukang duku dengan logat betawi kental.

Bung Karno dengan tersenyum senang berkata "coba kamu cari yang enak". Tukang Duku itu mengernyitkan dahinya, ia merasa kenal dengan suara ini. Lantas tukang duku itu berteriak "Bapak...Bapak....Bapak...Itu Bapak...Bapaak" Tukang duku malah berlarian ke arah teman-temannya di pinggir jalan" Ada Pak Karno, Ada Pak Karno...." mereka berlarian ke arah mobil VW Kodok warna putih itu dan dengan serta merta para tukang buah memberikan buah-buah pada Bung Karno.

Awalnya Bung Karno tertawa senang, ia terbiasa menikmati dengan rakyatnya. Tapi keadaan berubah kontan dalam pikiran Bung Karno, ia takut rakyat yang tidak tau apa-apa ini lantas digelandang tentara gara-gara dekat dengan dirinya. "Tri, berangkat ....cepat" perintah Bung Karno dan ia melambaikan ke tangan rakyatnya yang terus menerus memanggil namanya bahkan ada yang sampai menitikkan air mata. Mereka tau pemimpinnya dalam keadaan susah.

Mengetahui bahwa Bung Karno sering keluar dari Jalan Sriwijaya, membuat beberapa perwira pro Suharto tidak suka. Tiba-tiba satu malam ada satu truk ke rumah Fatmawati dan mereka memindahkan Bung Karno ke Bogor. Di Bogor ia dirawat oleh Dokter Hewan!...

Tak lama setelah Bung Karno dipindahkan ke Bogor, datanglah Rachmawati, ia melihat ayahnya dan menangis keras-keras saat tau wajah ayahnya bengkak-bengkak dan sulit berdiri.

Saat melihat Rachmawati, Bung Karno berdiri lalu terhuyung dan jatuh. Ia merangkak dan memegang kursi. Rachmawati langsung teriak menangis.

Malamnya Rachmawati memohon pada Bapaknya agar pergi ke Jakarta saja dan dirawat keluarga. "Coba aku tulis surat permohonan kepada Presiden" kata Bung Karno dengan suara terbata. Dengan tangan gemetar Bung Karno menulis surat agar dirinya bisa dipindahkan ke Jakarta dan dekat dengan anak-anaknya.

Rachmawati adalah puteri Bung Karno yang paling nekat. Pagi-pagi setelah mengambil surat dari bapaknya, Rachma langsung ke Cendana rumah Suharto. Di Cendana ia ditemui Bu Tien yang kaget saat melihat Rachma ada di teras rumahnya.

"Lhol, Mbak Rachma ada apa?" tanya Bu Tien dengan nada kaget. Bu Tien memeluk Rachma, setelah itu Rachma bercerita tentang nasib bapaknya. Hati Bu Tien rada tersentuh dan menggenggam tangan Rachma lalu dengan menggenggam tangan Rachma bu Tien mengantarkan ke ruang kerja Pak Harto.

"Lho, Mbak Rachma..ada apa?" kata Pak Harto dengan nada santun. Rachma-pun menceritakan kondisi Bapaknya yang sangat tidak terawat di Bogor. Pak Harto berpikir sejenak dan kemudian menuliskan memo yang memerintahkan anak buahnya agar Bung Karno dibawa ke Djakarta. Diputuskan Bung Karno akan dirawar di Wisma Yaso.

Bung Karno lalu dibawa ke Wisma Yaso, tapi kali ini perlakuan tentara lebih keras. Bung Karno sama sekali tidak diperbolehkan keluar dari kamar. Seringkali ia dibentak bila akan melakukan sesuatu, suatu saat Bung Karno tanpa sengaja menemukan lembaran koran bekas bungkus sesuatu, koran itu langsung direbut dan ia dimarahi.

Kamar Bung Karno berantakan sekali, jorok dan bau. Memang ada yang merapikan tapi tidak serius. Dokter yang diperintahkan merawat Bung Karno, dokter Mahar Mardjono nyaris menangis karena sama sekali tidak ada obat-obatan yang bisa digunakan Bung Karno.

Ia tahu obat-obatan yang ada di laci Istana sudah dibuangi atas perintah seorang Perwira Tinggi. Mahar mardjono hanya bisa memberikan Vitamin dan Royal Jelly yang sesungguhnya hanya madu biasa. Jika sulit tidur Bung Karno diberi Valium, Sukarno sama sekali tidak diberikan obat untuk meredakan sakit akibat ginjalnya tidak berfungsi.
Banyak rumor beredar di masyarakat bahwa Bung Karno hidup sengsara di Wisma Yaso, beberapa orang diketahui diceritakan nekat membebaskan Bung Karno.

Bahkan ada satu pasukan khusus KKO dikabarkan sempat menembus penjagaan Bung Karno dan berhasil masuk ke dalam kamar Bung Karno, tapi Bung Karno menolak untuk ikut karena itu berarti akan memancing perang saudara.

Pada awal tahun 1970 Bung Karno datang ke rumah Fatmawati untuk menghadiri pernikahan Rachmawati. Bung Karno yang jalan saja susah datang ke rumah isterinya itu. Wajah Bung Karno bengkak-bengkak.

Ketika tau Bung Karno datang ke rumah Fatmawati, banyak orang langsung berbondong-bondong ke sana dan sesampainya di depan rumah mereka berteriak "Hidup Bung Karno....hidup Bung Karno....Hidup Bung Karno...!!!!!"

Sukarno yang reflek karena ia mengenal benar gegap gempita seperti ini, ia tertawa dan melambaikan tangan, tapi dengan kasar tentara menurunkan tangan Sukarno dan menggiringnya ke dalam. Bung Karno paham dia adalah tahanan politik.

Masuk ke bulan Februari penyakit Bung Karno parah sekali ia tidak kuat berdiri, tidur saja. Tidak boleh ada orang yang bisa masuk. Ia sering berteriak kesakitan. Biasanya penderita penyakit ginjal memang akan diikuti kondisi psikis yang kacau.

Ia berteriak " Sakit....Sakit ya Allah...Sakit..." tapi tentara pengawal diam saja karena diperintahkan begitu oleh komandan. Sampai-sampai ada satu tentara yang menangis mendengar teriakan Bung Karno di depan pintu kamar. Kepentingan politik tak bisa memendung rasa kemanusiaan, dan air mata adalah bahasa paling jelas dari rasa kemanusiaan itu.

Hatta yang dilapori kondisi Bung Karno menulis surat pada Suharto dan mengecam cara merawat Sukarno. Di rumahnya Hatta duduk di beranda sambil menangis sesenggukan, ia teringat sahabatnya itu. Lalu dia bicara pada isterinya Rachmi untuk bertemu dengan Bung Karno.

"Kakak tidak mungkin kesana, Bung Karno sudah jadi tahanan politik" ujar istri bung hatta.

Hatta menoleh pada isterinya dan berkata "Sukarno adalah orang terpenting dalam pikiranku, dia sahabatku, kami pernah dibesarkan dalam suasana yang sama agar negeri ini merdeka. Bila memang ada perbedaan diantara kami itu lumrah tapi aku tak tahan mendengar berita Sukarno disakiti seperti ini".

Hatta menulis surat dengan nada tegas kepada Suharto untuk bertemu Sukarno, ajaibnya surat Hatta langsung disetujui, ia diperbolehkan menjenguk Bung Karno.

Hatta datang sendirian ke kamar Bung Karno yang sudah hampir tidak sadar, tubuhnya tidak kuat menahan sakit ginjal. Bung Karno membuka matanya. Hatta terdiam dan berkata pelan "Bagaimana kabarmu, No" kata Hatta ia tercekat mata Hatta sudah basah.

Bung Karno berkata pelan dan tangannya berusaha meraih lengan Hatta "Hoe gaat het met Jou?" kata Bung Karno dalam bahasa Belanda - Bagaimana pula kabarmu, Hatta - Hatta memegang lembut tangan Bung Karno dan mendekatkan wajahnya, air mata Hatta mengenai wajah Bung Karno dan Bung Karno menangis seperti anak kecil.

Dua proklamator bangsa ini menangis, di sebuah kamar yang bau dan jorok, kamar yang menjadi saksi ada dua orang yang memerdekakan bangsa ini di akhir hidupnya merasa tidak bahagia, suatu hubungan yang menyesakkan dada.

Tak lama setelah Hatta pulang, Bung Karno meninggal. Sama saat Proklamasi 1945 Bung Karno menunggui Hatta di kamar untuk segera membacai Proklamasi, saat kematiannya-pun Bung Karno juga seolah menunggu Hatta dulu, baru ia berangkat menemui Tuhan...