Showing posts with label OTOMOTIF. Show all posts
Showing posts with label OTOMOTIF. Show all posts

Saturday, August 29, 2015

Lorenzo dan Marquez Makin Sengit!

Pebalap Movistar Yamaha asal Spanyol, Jorge Lorenzo, memacu motornya pada sesi latihan bebas ketiga GP Inggris di Sirkuit Silverstone, Sabtu (29/8/2015).
ApaAjaAdaDisini - Persaingan Jorge Lorenzo dan Marc Marquez semakin meruncing. Kedua pebalap Spanyol tersebut mendominasi sesi latihan bebas ketiga GP Inggris di Sirkuit Silverstone, Sabtu (29/8/2015).

Marquez lebih dulu memimpin sesi dengan catatan 2 menit 1,888 detik yang didapat dari hasil percobaan ketiga. Lorenzo menggeser Marquez pada akhir sesi dengan catatan 2 menit 1,429 detik.

Pada dua sesi latihan bebas sebelumnya, Jumat (28/8/2015), kedua pebalap tersebut juga bersaing ketat. Marquez menjadi yang tercepat pada sesi pertama, sementara Lorenzo menguasai sesi kedua.

Pebalap lain yang berhasil mencatat putaran di bawah 2 menit 2 detik adalah Andrea Dovizioso (Ducati). Pebalap Italia tersebut berada di urutan ketiga tercepat.

Ketiga pebalap tersebut dan tujuh pebalap lainnya yang masuk dalam 10 pencatat putaran terbaik hasil akumulasi sesi latihan bebas pertama hingga ketiga berhak langsung turun pada kulaifikasi kedua.

Para pebalap lainnya harus bersaing dari babak kualifikasi pertama untuk mencari dua terbaik dan berhak bergabung dengan 10 pebalap pada kualifikasi kedua..

Berikut hasil sesi latihan bebas ketiga GP Inggris.

1.    Jorge Lorenzo    ESP Movistar Yamaha MotoGP (YZR-M1)    2m 01.429s [Lap 13/14]    320km/h (Top Speed)
2.    Marc Marquez    ESP Repsol Honda Team (RC213V)    2m 01.888s +0.459s    [3/16]    325km/h
3.    Andrea Dovizioso    ITA Ducati Team (Desmosedici GP15)    2m 01.969s +0.540s    [15/16]    329km/h
4.    Dani Pedrosa    ESP Repsol Honda Team (RC213V)    2m 02.020s +0.591s    [16/17]    325km/h
5.    Scott Redding    GBR Estrella Galicia 0,0 Marc VDS (RC213V)    2m 02.119s +0.690s    [15/15]    321km/h
6.    Bradley Smith    GBR Monster Yamaha Tech 3 (YZR-M1)    2m 02.125s +0.696s    [17/18]    323km/h
7.    Valentino Rossi    ITA Movistar Yamaha MotoGP (YZR-M1)    2m 02.203s +0.774s    [16/17]    321km/h
8.    Cal Crutchlow    GBR CWM LCR Honda (RC213V)    2m 02.341s +0.912s    [12/15]    325km/h
9.    Pol Espargaro    ESP Monster Yamaha Tech 3 (YZR-M1)    2m 02.346s +0.917s    [16/17]    322km/h
10.    Andrea Iannone    ITA Ducati Team (Desmosedici GP15)    2m 02.443s +1.014s    [16/17]    332km/h
11.    Maverick ViƱales    ESP Team Suzuki Ecstar (GSX-RR)*    2m 02.476s +1.047s    [15/16]    319km/h
12.    Aleix Espargaro    ESP Team Suzuki Ecstar (GSX-RR)    2m 02.482s +1.053s    [13/13]    315km/h
13.    Danilo Petrucci    ITA Octo Pramac Racing (Desmosedici GP14.1)    2m 02.842s +1.413s    [15/15]    321km/h
14.    Yonny Hernandez    COL Octo Pramac Racing (Desmosedici GP14.2)    2m 02.981s +1.552s    [13/16]    321km/h
15.    Eugene Laverty    IRL Aspar MotoGP Team (RC213V-RS)*    2m 03.120s +1.691s    [11/15]    315km/h
16.    Hector Barbera    ESP Avintia Racing (Desmosedici GP14 Open)    2m 03.263s +1.834s    [15/16]    322km/h
17.    Loris Baz    FRA Forward Racing (Forward Yamaha)*    2m 03.363s +1.934s    [13/14]    312km/h
18.    Alvaro Bautista    ESP Factory Aprilia Gresini (RS-GP)    2m 03.444s +2.015s    [14/16]    315km/h
19.    Jack Miller    AUS CWM LCR Honda (RC213V-RS)*    2m 03.626s +2.197s    [13/14]    314km/h
20.    Nicky Hayden    USA Aspar MotoGP Team (RC213V-RS)    2m 03.833s +2.404s    [14/17]    311km/h
21.    Mike Di Meglio    FRA Avintia Racing (Desmosedici GP14 Open)    2m 04.030s +2.601s    [14/15]    318km/h
22.    Stefan Bradl    GER Factory Aprilia Gresini (RS-GP)    2m 04.152s +2.723s    [16/17]    315km/h
23.    Alex De Angelis    RSM E-Motion IodaRacing (ART)    2m 04.689s +3.260s    [12/13]    308km/h
24.    Karel Abraham    CZE AB Motoracing (RC213V-RS)    2m 05.203s +3.774s    [14/15]    313km/h
25.    Claudio Corti    ITA Forward Racing (Forward Yamaha)    2m 05.947s +4.518s    [9/15]    312km/h

10 Pebalap Terbaik    
1. Jorge Lorenzo    ESP Movistar Yamaha MotoGP (YZR-M1)
2. Marc Marquez    ESP Repsol Honda Team (RC213V)
3. Andrea Dovizioso    ITA Ducati Team (Desmosedici GP15)
4. Dani Pedrosa    ESP Repsol Honda Team (RC213V)
5. Scott Redding    GBR Estrella Galicia 0,0 Marc VDS (RC213V)
6. Bradley Smith    GBR Monster Yamaha Tech 3 (YZR-M1)
7. Valentino Rossi    ITA Movistar Yamaha MotoGP (YZR-M1)
8. Cal Crutchlow    GBR CWM LCR Honda (RC213V)
9. Pol Espargaro    ESP Monster Yamaha Tech 3 (YZR-M1)
10. Andrea Iannone    ITA Ducati Team (Desmosedici GP15)

Fastest Friday time:
Jorge Lorenzo SPA Yamaha 2m 2.338s

Official Silverstone MotoGP records:
Best lap:
Marc Marquez SPA Honda 2m 0.691s (2013)
Fastest race lap:
Dani Pedrosa SPA Honda 2m 1.941s (2013)



Sunday, August 23, 2015

Asyik, Pemilik Moge Yamaha Bakal Punya Asisten Pribadi

FOTO:Reuters / landscape / portrait
ApaAjaAdaDisini PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing yang meluncurkan Yamaha All New YZF-R1 dua varian sekaligus yakni All New YZF-R1 dan YZF-R1M (versi spesial YZF-R1) di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) juga menawarkan sederet layanan khusus bagi pemilik moge tersebut, mulai dari servis gratis dan pelatihan khusus berkendara, hingga perawatan motor tetap kinclong seperti baru.

Layanan after sales service itu \untuk layanan servis dengan free fee jasa, kita berikan selama tiga tahun atau 36.000 kilometer. Berikut gratis untuk oli, filter oli, filter udara busi, aki, kampas rem dan beberapa lainnya, tutur Asisten General Manager Marketing PT YIMM, di arena GIIAS, ICE- Serpong, Tangerang Selatan.

Selain itu, Yamaha juga akan memberikan pertolongan dalam kondisi darurat selama 24 jam dalam waktu tujuh hari penuh selama sepekan. Bahkan, di setiap selesai dilakukan servis, mekanik Yamaha juga akan mencuci dan melakukan proses detailing alias perawatan tampilan motor.

Sehingga dalam tiga tahun tampilan motor ini akan tetap kinclong, seperti baru, ujar Masykur.

Yamaha juga menyiagakan awak mekaniknya untuk ke rumah pemilik moge itu jika sewaktu-waktu ada permasalahan. Tak hanya itu. Asisten pribadi moge CBU pun disediakan untuk memastikan riwayat perawatan motor tersebut.

Motor yang berbanderol Rp 495 dan Rp 645 juta itu untuk tahap pertama hanya didatangkan 10 unit dari Jepang dan langsung habis terjual. Moge ini ditawarkan dalam dua varian.

Menurut General Manager Marketing YIMM, Hendri Widjaja, sejak pertama kali diluncurkan pada 20 tahun yang lalu hingga generasi paling gres yang menyandang predikat All New Yamaha YZF-R1, motor itu selalu dibuat dalam jumlah terbatas. 

Makanya, kita hadirkan masing-masing varian lima unit. Ternyata, animo masyarakat sangat tinggi, sehingga semuanya sudah terjual, paparnya saat ditemui di arena GIIAS.

Sementara, General Manager After Sales Service dan Motor Sport YIMM, M. Abdin mengatakan, YZF-R1M adalah versi spesial dari All New YZF-R1.

Motor ini menyandang predikat motor produksi massal dengan spek tertinggi yang pernah diproduksi Yamaha. Versi yang mampu mengeluarkan potensi sejati dari All New YZF-R1 di trek balap, ucapnya.

Kendati satu generasi, namun diantara All New YZF-R1 dan YZF-R1M memiliki beberapa perbedaan diantaranya penggunaan ban, cowling, Electronic Racing Suspension (ERS), ECU data logger.

Spesifikasi singkat : Mesin : Crossplane Terbaru 998 cc segaris, 4 Valve, 4 Silinder Tenaga : 200 PS Berat basah : 199 kilogram Berat kering : 179 kilogram Wheelbase : 1.405 mm Sasis : Delta Box Exhaust : Titanium 4-2-1 Ban R1 : belakang 190/55ZR17M/C (75W) dan depan 120/70ZR17M/C (58W Ban R1M : Belakang 200/55ZR17M/C, dan depan 120/70ZR17M/C (58W) Sistem kontrol : Inertial Measurement Unit (IMU), Yamaha Ride Control (YRC) system, speedometer dan Communication Control Unit (CCU).



Wednesday, July 29, 2015

Ini Spesifikasi Pertalite Berdasarkan Hasil Uji Lab

BBM Pertalite sudah mulai tersedia di 101 SPBU
ApaAjaAdaDisini - Sudah 6 hari Pertamina melakukan uji pasar terhadap bensin baru, Pertalite. Popularitas bensin beroktan 90 ini tentu mengundang banyak perhatian masyarakat, khususnya jika bicara kualitas dan spesifikasi.

Menurut Wianda Pusponegoro, Wakil Presiden Komunikasi Korporasi Pertamina, Pertalite sudah diuji oleh tiga lembaga, yakni BPPT, LAPI-ITB, dan Lemigas. Pertamina kemudian mengklaim bahwa keseluruhan hasil tes cukup positif, bahkan melebihi spesifikasi yang disyaratkan. 

"Spesifikasi dari (bensin) RON 90 ini tidak ada kandungan mangan atau besi, tidak ada kandungan timbal, dan kandungan sulfur harus lebih rendah dari 500 ppm. Pertalite sendiri sulfurnya hanya 188, ini sangat rendah bila dibandingkan dari spesifikasi yang diharuskan oleh Ditjen Migas. Artinya, spesifikasi ini sudah over," ucap Wianda di Jakarta, Jumat (24/7/2015).

Stabilitas oksidasi, lanjutnya, juga lebih lama, mencapai 480 menit. Proses pembakaran yang lebih lama ini berpengaruh pada jarak tempuh sepeda motor yang memang relatif lebih irit ketimbang Premium.

Efisiensi yang lebih irit ini terbukti ketika dites oleh LAPI-ITB menggunakan Toyota Avanza, dan dibandingkan dengan Premium. Jarak tempuh yang dihasilkan per liter mencapai 13,7 kpl, sedangkan dengan Pertalite bisa mencapai 14,9 kpl.

Untuk lebih jelasnya, simak perbandingan spesifikasi Pertalite dengan syarat pemerintah di bawah ini.

- Karakteristik
Spesifikasi Pertalite: min 90
Spesifikasi pemerintah: min 90

- Kandungan timbal
Spesifikasi Pertalite: none
Spesifikasi pemerintah: none

- Kandungan mangan dan besi
Spesifikasi Pertalite: none
Spesifikasi pemerintah: none

- Kandungan sulfur
Spesifikasi Pertalite: 180 ppm
Spesifikasi pemerintah: maks 500 ppm

- Stabilitas oksidasi
Spesifikasi Pertalite: > 480 menit
Spesifikasi pemerintah: min 360 menit

- Warna dan tampilan visual
Spesifikasi Pertalite: hijau, jernih, dan terang
Spesifikasi pemerintah: hijau, jernih, dan terang.

Friday, July 24, 2015

Ini Bahaya Mengoplos dan Gonta-ganti Jenis Bensin

Alat pengisi bahan bakar minyak jenis baru, Pertalite RON 90, di SPBU Coco, Jalan Abdul Muis, Jakarta Pusat, Rabu (22/7/2015). PT Pertamina (Persero) akan menjual Pertalite RON 90 pertama kali pada Jumat, 24 Juli mendatang di Jakarta, Bandung, dan Surabaya.
ApaAjaAdaDisini - Hadirnya Pertalite diklaim memberikan solusi untuk konsumen yang ingin mendapatkan bahan bakar yang sanggup membersihkan mesin, membuat konsumsi BBM lebih irit, tapi dengan harga lebih terjangkau. Tipe bensin ini sekaligus dikatakan menjadi pilihan baru untuk orang yang ”rajin” mengoplos.

Tri Yuswidjajanto, Dosen Teknik Mesin ITB, usai mengikuti seremoni pengisian perdana Pertalite di SPBU COCO 31.102.02 di Jl Abdul Muis, Jakarta Pusat, Jumat (24/7/2015), mengatakan bahwa mengoplos bensin Premium dan Pertamax untuk mendapatkan RON 90 ”sama juga bohong”.

”Karena aditif pada Pertamax bakal tidak efektif. Sama saja beli Premium. Katupnya cepat kotor yang mengganggu aliran campuran bahan bakar dan udara yang masuk, alhasil powernya turun. Lalu kerak juga banyak, kompresi makin naik sehingga bikin ngelitik,” kata Yus.

Selang-seling
Kebiasaan lain orang untuk mengoplos adalah mengisi Premium, lalu selanjutnya Pertamax, begitu seterusnya secara bergantian. Soal ini, Yus juga tidak menyarankan. Sebab, efek membersihkan dari Pertamax akan kembali ”dikotori” lagi dengan bahan bakar yang tak beraditif.

”Memang ada efek clean up, tapi tidak bisa mengikis semua. Ibarat gelas dipakai teh, lama-lama warnanya cokelat dan susah dihilangkan. Yang ada malah semakin tebal meski dibersihkan,” ucap Yus.

Pemakaian Pertalite yang sudah punya angka RON 90 justru lebih disarankan, karena tidak cuma efek clean up, tetapi juga ada efek keep clean yang mempertahankan kotoran tak tumbuh lagi dari aktivitas mengoplos.

Seberapa Irit Pakai Pertalite Dibanding Premium?

Petugas melayani pembeli bahan bakar minyak jenis baru, Pertalite, di SPBU Abdul Muis, Jakarta Pusat, Jumat (24/7/2015). PT Pertamina (Persero) hari ini mulai menjual Pertalite dengan oktan 90 kepada konsumen dengan harga Rp 8.400 per liter.
ApaAjaAdaDisini - Pertalite sebagai varian baru bensin dari Pertamina cukup bikin penasaran. Hari ini, Jumat (24/7/2015), bahan bakar RON 90 itu mulai diuji coba ke pasar. Namun pertanyaan besar yang menggelayut adalah seberapa lebih baik performanya jika dibandingkan Premium?

KompasOtomotif mendapat jawaban dari Tri Yuswidjajanto, Dosen Teknik Mesin ITB yang juga menjadi tim peneliti Pertalite sebelum diluncurkan. Menurut pria yang akrab disapa Yus itu, sebenarnya spesifikasi bendin RON 90 sudah ada sejak lama, dan harus memenuhi beberapa kriteria.

”Spek sudah jadi keputusan teknis, harus diikuti. Premium adalah bahan bakar yang tidak ada aditif. Sementara Pertalite ada aditif khusus, yang tentu tidak secanggih dan serumit pada Pertamax maupun Pertamax Plus,” kata Yus.

Syarat minimal bensin yang layak digunakan adalah ”durable”. Bensin tidak boleh menimbulkan gangguan macam apa pun dalam jangka waktu tertentu. Premium memenuhi syarat ini. Grade selanjutnya adalah Irit. Di sinilah Pertalite bermain.

Tagline ’Melaju Lebih Jauh’ bukan pepesan kosong. Kami sudah mencoba, dan memang bisa menghemat antara 10 persen hingga 16 persen dibandingkan premium. Memang akan lebih mahal saat bertransaksi, namun coba hitunglah jarak yang bisa ditempuh, baru bisa merasakan manfaat tekno ekonominya,” kata Yus.

Ditambahkan Yus, dalam pengujian, didapati Pertalite juga lebih bersih. Injektor tak cepat logging, katup tak lekas kotor, dan ruang bakar minim ngelitik. ”RON 90 seperti Pertalite tidak sekadar durable, tapi harus memenuhi kriteria ekonomis,” kata Yus.

Lalu kriteria ketiga adalah performa. Kalau ingin mendapatkan kriteria ini, Yus menyarankan tidak boleh nanggung. Pakai bensin RON 92 atau 95.

Ini Kriteria Kendaraan yang "Pantas" Minum Pertalite

Harga Pertalite di SPBU COCO 31.103.03 Cikini
ApaAjaAdaDisini - Pertalite diluncurkan Pertamina untuk memenuhi kebutuhan pengendara yang menghendaki bahan bakar dengan pembakaran yang lebih baik namun harga relatif terjangkau. Namun, ada beberapa kriteria kendaraan yang "berhak dan pantas" minum bensin RON 90 itu.

Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto dalam pengisian perdana Pertalite di SPBU COCO 31.102.02 Jl Abdul Muis, Jakarta Pusat, menyebutkan beberapa kendaraan yang disarankan mengisi bahan bakar jenis Pertalite.

"Pada dasarnya bensin ini dibuat untuk memenuhi spesifikasi teknologi kebanyakan mobil-mobil masa kini. Seperti MPV kelas menengah, cocok menggunakan Pertalite. Misalnya Avanza, Mobilio atau sepeda motor matik seperti Mio atau Vario," kata Dwi.

Rasio kompresi

Namun lebih jauh, Tri Yuswidjajanto, Dosen Teknik Mesin ITB sebagai tim peneliti Pertalite, mengatakan bahwa ada kriteria khusus, dilihat dari rasio kompresi mobil atau sepeda motor.

"Menggunakan bahan bakar memang harus disesuaikan dengan rasio kompresi. Terlalu rendah spek bahan bakar akan berkurang tenaganya, kalau terlalu tinggi juga tidak maksimal," ujar Yus, panggilan Tri Yuswidjajanto.

Lebih detail, Yus mengatakan bahwa RON 88 hanya untuk kendaraan berasio kompresi 9 ke bawah. Pertalite RON 90 untuk kendaraan berasio kompresi 9-10. Di atas itu, 10-11, cocok pakai RON 92. Sedangkan rasio kompresi 11-12 lebih pakai pakai RON 95.

Sementara rata-rata rasio kompresi mobil atau sepeda motor saat ini ada di kisaran rasio kompresi 9-11.

Thursday, July 23, 2015

Bocor, ini spesifikasi mesin All New Honda CB150R 2015!

Honda CB150R facelift 2015. ©2015
ApaAjaAdaDisini - Salah satu motor sport yang paling ditunggu kehadirannya di pertengahan 2015 ini adalah All New Honda CB150R 2015.
Bakal mengusung konsep desain baru yang secara keseluruhan bakal terlihat lebih berisi serta digadang-gadang akan membawa mesin dengan konfigurasi dan spesifikasi baru, tak ayal motor ini cukup menarik perhatian biker di Indonesia.
Selain video teaser yang sudah disebar pihak AHM di jejaring sosial dan media di Indonesia. Informasi terkait spesifikasi mesin All New Honda CB150R ini juga mulai terkuak ke dunia maya.
Berikut detail spesifikasi yang bakal diusung All New Honda CB150R 2015 ke pasaran
  • Tipe mesin : 4-Langkah, DOHC, 4-Katup, Silinder Tunggal
  • Diameter x langkah : 57,3 x 57,8 mm
  • Volume langkah : 149,16 cc
  • Perbandingan Kompresi : 11,3:1
  • Daya Maksimum : 12,5 kW (16,7 HP)/9.000 rpm
  • Torsi Maksimum : 14,0 Nm/7.000 rpm
  • Kapasitas Minyak Pelumas Mesin : 1,0 Liter pada Penggantian Periodik
  • Kopling Otomatis :
  • Gigi Transmisi : 6-Kecepatan
  • Pola Pengoperan Gigi : 1-N-2-3-4-5-6
  • Starter : Pedal & Elektrik
  • Busi :
  • Sistem Pengapian : Full Transistorized
  • Lampu : Full LED (headlight, stoplamp, winker)
(Info spesifikasi di atas bukan resmi dari pabrikan, bisa saja ada perbedaan dari lansiran pabrikan kala perilisan)

Saturday, July 18, 2015

Rossi: Butuh Kerja Keras untuk Capai 100 Persen

Pebalap Movistar Yamaha asal Italia, Valentino Rossi, merayakan setelah finis ketiga pada GP Jerman di Sachsenring, Minggu (12/7/2015).
ApaAjaAdaDisini - Tiga tahun lalu, tepatnya pada 2012, Valentino Rossi tidak pernah memenangi balapan dari 18 seri yang digelar. Tahun ini, pebalap Movistar Yamaha tersebut memimpin klasemen setelah menjalani sembilan seri atau setengah musim.

Hasil ini jelas membuka mata banyak orang bahwa Rossi masih punya taji dan tetap punya peluang menjadi juara dunia. Keraguan itu sempat muncul ketika Rossi memilih untuk meninggalkan Yamaha dan bergabung dengan Ducati pada 2011.

Dengan motor Desmosedici, Rossi banyak menemui kesulitan. Pada musim pertamanya, dia hanya sekali naik podium setelah finis ketiga di Sirkuit Le Mans, Perancis. Musim berikutnya dia dua kali naik podium berkat finis kedua di Le Mans dan San Marino.

Menyisihkan semua rasa gengsi, Rossi akhirnya memutuskan untuk kembali ke Yamaha pada 2013. Hasilnya tentu saja tidak seketika bagus. Pemilik sembilan gelar juara dunia tersebut hanya sekali meraih kemenangan yakni di Belanda.

Prestasi Rossi meningkat pada musim berikutnya. Dia makin sering finis podium termasuk dua kemenangan di San Marino dana Australia.

Tahun ini, Rossi kembali ke puncak. Pebalap 36 tahun atau yang tertua di grid tersebut membuka musim dengan menjuarai seri perdana di Qatar. Dari sembilan seri yang sudah berjalan, dia mengantongi tiga kemenangan, termasuk di Argentina dan Belanda.

Rossi mengaku butuh waku cukup lama untuk bisa berada pada posisi 100 persen setelah kembali dari Ducati. Dia sempat merasa ada 10 persen dari kemampuannya yang hilang.

"Sejak awal saya merasa sangat nyaman bisa kembali ke satu level (setelah kembali ke Yamaha), mungkin 90 persen," kata Rossi. "Namun, saya butuh waktu untuk memulihkan yang 10 persen, setelah dua tahun dengan banyak kesulitan dan motor yang berbeda. Itu merupakan bagian yang sulit, untuk bisa mencapai 100 persen."

Pebalap berjuluk "The Doctor" tersebut bahkan sempat meragukan apakah dirinya masih cukup bagus dan mampu bersaing dengan pebalap-pebalap lain yang jauh lebih muda.

"Semua pebalap, ketika tidak bisa mencapai apa yang diharapkan, akan langusng berpikir bahwa kamu tidak bisa memacu motor hingga batas maksimal lagi. Dan dalam kasus saya, saya sudah tua. Lalu muncul pikiran bahwa pebalap lain memang lebih cepat dan saya tidak bisa," jelas Rossi.

Rossi serta pebalap lain tengah menjalani jeda musim, dan akan kembali bersaing pada seri ke-10 di Indianapolis, 7-9 Agustus. Rossi kini unggul 13 poin atas rekan satu timnya, Jorge Lorenzo, di klasemen.

Berikut ini daftar poin dan posisi Rossi setelah sembilan seri pada 500cc/MotoGP.

2015: 179 poin, ke1, Yamaha 
2014: 141 poin, ke-3, Yamaha 
2013: 117 poin, ke-4, Yamaha 
2012: 82 poin, ke-6, Ducati
2011: 98 poin, ke-4, Ducati 
2010: 90 poin, ke-5**, Yamaha 
2009: 176 poin, ke-1, Yamaha* 
2008: 167 poin, ke-2, Yamaha* 
2007: 164 poin, ke-2, Yamaha 
2006: 118 poin, ke-3, Yamaha 
2005: 211 poin, ke-1, Yamaha* 
2004: 164 poin, ke-1, Yamaha* 
2003: 187 poin, ke-1, Honda* 
2002: 220 poin, ke-1, Honda* 
2001: 170 poin, ke-1, Honda* 
2000: 92 poin, ke-5, Honda

* Menjadi juara dunia
** Absen pada empat balapan karena patah kaki

Tuesday, July 14, 2015

Marquez Akui Motornya Belum Bebas Masalah

Marc Marquez
ApaAjaAdaDisini - Marc Marquez bangkit lagi setelah memenangi MotoGP Jerman pada akhir pekan lalu. Meski demikian, Marquez mengakui bahwa motor Hondanya belum benar-benar terbebas dari masalah.

Kemenangan itu menjadi yang kedua bagi Marquez di musim ini, yang dilengkapi dengan dominasi Honda menyusul sukses Dani Pedrosa finis di posisi kedua. 

Dengan tambahan 25 poin, rider muda Spanyol itu naik ke peringkat keempat klasemen dengan koleksi 114 poin, masih terpaut 65 poin dari pemimpin sementara Valentino Rossi dan 48 poin dari Jorge Lorenzo di urutan kedua.

Setelah balapan di Sachsenring, MotoGP akan menjalani jeda musim sebelum bergulir lagi dengan seri yang akan digelar di Indianapolis, Amerika Serikat pada awal bulan depan. Marquez berharap permasalahan motornya bisa diatasi sebelum paruh kedua musim.

"Kami harus jujur -- di lintasan Sachsenring, untuk gaya membalapku dan untuk Honda, segalanya berjalan bagus, dan disini tidak banyak tikungan di mana kami memiliki masalah," ucap Marquez di Motorsport.

"Karakter (motor) masih ada, jadi kami harus bekerja untuk menemukan solusi yang tepat untuk paruh kedua musim. Kalau kami menemukan solusinya kami bisa jauh lebih kuat," sambung juara dua MotoGP dua kali itu.

"Kami memiliki masalah di tikungan-tikungan di mana Anda melaju kencang dan Anda butuh menjaga kecepatan saat menikung -- itulah area di mana kami begitu menderita di bagian belakang motor."

Sumber

Sunday, July 12, 2015

Marquez Akhiri Paceklik Kemenangan Di MotoGP Jerman

Marc Marquez (c) MotoGP.com
ApaAjaAdaDisini - Pebalap Repsol Honda sekaligus sang juara dunia bertahan, Marc Marquez akhirnya sukses merebut kemenangan keduanya musim ini di MotoGP Jerman yang digelar di Sirkuit Sachsenring pada hari Minggu (12/7). Ini merupakan kemenangan perdana Marquez sejak MotoGP Austin lalu. Pebalap Spanyol ini diikuti oleh rekan setimnya sendiri, Dani Pedrosa di posisi kedua dan pebalap Movistar Yamaha MotoGP, Valentino Rossi di posisi ketiga. Sementara itu posisi keempat dan kelima masing-masing ditempati oleh pebalap Movistar Yamaha MotoGP lainnya, Jorge Lorenzo dan pebalap tim pabrikan Ducati, Andrea Iannone.
Hasil balap MotoGP Jerman:
1. Marc Marquez - Repsol Honda Team (41m 1.087s)
2. Dani Pedrosa - Repsol Honda Team (41m 3.313s)
3. Valentino Rossi - Movistar Yamaha MotoGP (41m 6.695s)
4. Jorge Lorenzo - Movistar Yamaha MotoGP (41m 11.015s)
5. Andrea Iannone - Ducati Team (41m 21.872s)
6. Bradley Smith - Monster Yamaha Tech 3 (41m 24.302s)
7. Cal Crutchlow - CWM LCR Honda (41m 30.968s)
8. Pol Espargaro - Monster Yamaha Tech 3 (41m 36.040s)
9. Danilo Petrucci - Octo Pramac Racing (41m 36.962s)
10. Aleix Espargaro - Team Suzuki Ecstar (41m 38.340s)
11. Maverick Viales - Team Suzuki Ecstar (41m 38.361s)
12. Yonny Hernandez - Octo Pramac Racing (41m 43.168s)
13. Hector Barbera - Avintia Racing (41m 49.698s)
14. Alvaro Bautista - Factory Aprilia Gresini (41m 51.774s)
15. Jack Miller - CWM LCR Honda (41m 54.856s)
16. Nicky Hayden - Aspar MotoGP Team (42m 0.008s)
17. Eugene Laverty - Aspar MotoGP Team (42m 3.825s)
18. Alex De Angelis - E-Motion IodaRacing (42m 4.209s)
19. Loris Baz - Athina Forward Racing (42m 12.249s)
20. Michael Laverty - Factory Aprilia Gresini (42m 16.997s)
Gagal finis:
Claudio Corti - Athina Forward Racing
Andrea Dovizioso - Ducati Team
Hiroshi Aoyama - Cardion AB Motoracing
Mike Di Meglio - Avintia Racing
Scott Redding - Estrella Galicia 0,0 Marc VDS